H Suyatno, Berat Hati Dengan mengambil Keputusan Untuk Merumahkan Tenaga Honorer - GoRohil- Portal Berita Rokan Hilir

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

PASANG IKLAN ANDA DISINI

Tuesday, September 25, 2018

H Suyatno, Berat Hati Dengan mengambil Keputusan Untuk Merumahkan Tenaga Honorer

Bupati Rohil H Suyatno AMp, 

GoRohil.com, BAGANSIAPIAPI-
Terkait dengan dirumahkan tenaga honorer oleh pemerintah kabupaten Rokan Hilir, Bupati Rokan Hilir H.Suyatno mengaku berat hati untuk mengambil satu keputusan untuk merumahkan tenaga honorer. Namun sebaliknya jika pemerintah tidak cepat bersikap Rokan Hilir terancam kolaps, karena utang makin terus menumpuk.

Hal tersebut dikatakan Bupati Rohil, H Suyatno, Senin (24/09/2018) di halaman kantor BPKAD, Jalan Merdeka Bagansiapiapi.

“Siang dan malam saya memikirkan nasib saudara-saudara kita tenaga honorer ini, tapi karena keterbatasan keuangan daerah, dengan berat hati terpaksa kami mengambil satu keputusan merumahkan tenaga honorer yang ada dilingkungan pemkab rohil untuk sementara waktu,” kata Suyatno.

Di terangkan Suyatno, dari 12 ribu lebih jumlah tenaga honorer yang ada di Rohil tapi tidak semua honorer di rumahkan, seperti sopir, petugas kebersihan, petugas penjaga malam itu tidak ikut di rumahkan, yang dirumahkan yakni tenaga honorer administrasi dan lainnya,” jelas Suyatno.

“Saya aja yang paling terakhir mengambil keputusan merumahkan honorer, karena saya masih mengingat dan menimbang unsur kemanusiaannya, unsur sosialnya, itu yang saya pikir kan siang  dan malam. Kalau kita masih tetap bertahan terus rohil bakal kolaps atau jatuh karena tak sangup lagi membayar gaji mereka. Nah kalau kita paksakan honorer tetap bertahan, tentu makin lama utang kita makin menumpuk. Sekarang saja sudah 24 miliyar tambah 2 bulan di tahun 2018 itu sudah menjadi 34 miliyar,”ungkapnya.

Orang nomor satu di Rohil ini menuturkan, untuk satu bulan saja pemkab rohil harus mengelontarkan sedikitnya 9 miliyar dana untuk tenaga honorer.

“Sementara waktu honorer tetap kita rumahkan, kenapa, karena saat ini kondisi keuangan kita begitu menyedihkan. Lagi pula untuk kabupaten/kota di provinsi riau, Rohil paling tarakhir merumahkan honorer dan itu baru berjalan bebera hari yang lalu,” ujar Suyatno.

Ditegaskan Suyatno, bahwa pihaknya masih membutuhkan para tenaga honorer.”Makanya saya minta data yang akurat dari semua OPD,dan harus mengusulkan kembali kepada Bupati berapa orang jumlah tenaga honor yang dikebutuhkan mereka (OPD). Dari situ kita buka peluang kembali. Ini sifatnya sementara kita merumahkan honorer kemudiannya baru di buka lagi peluang bagi honorer dengan system tes guna merekrut kembali tenaga-tenaga honorer untuk berkerja dilingkungan pamda rohil,” tegasnya.

Terkait tunggakan gaji honorer 3 bulan pada tahun 2017 pemkab Rohil berjanji akan melunasinya.

“Itu tetap kita lunasi,dan tetap akan kita bayar cuma dana itu kita tuangkan di dalam APBD P 2018 di situ di titipkan.. Untuk di APBD Murni itu tidak ada. Karena kita sudah berkoordinasi dengan pihak BPK RI, yang namanya utang beban honorer untuk kita anggarkan 2018  itu tidak boleh, itu di masukan di anggaran perubahan, kita minta dengan teman-teman DPRD untuk segera mengesahkan APBD P 2018 nya,” pungkasnya.

Pada saat  menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Senin (24/09/2018),  ada 3 tuntutan honorer yang disampaikan perwakilan honorer kepada pemerintah daerah yakni, menolak kebijakan Bupati tentang merumahkan tenaga honorer dilingkungan pemkab Rohil, dan menuntut agar segera membayar gaji tunda bayar pada tahun 2017 sebanyak tiga bulan serta tahun 2018 sebanyak tiga bulan. Melanjutkan surat perjanjian kontrak honor kabupaten Rohil selama revisi UU ASN nomor 5 tahun 2014 yang sedang berjalan.(Rls/Chan)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda Disini