Bagan-Siapiapi Pertama Dihuni Oleh Perantau China - GoRohil- Portal Berita Rokan Hilir

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

PASANG IKLAN ANDA DISINI

Thursday, March 8, 2018

Bagan-Siapiapi Pertama Dihuni Oleh Perantau China



Tongkang

GoRohil.com–Bagansiapiapi– Pada akhir tahun 1800-an. Menurut cerita masyarakat Bagansiapiapi secara turun- temurun, nama Bagansiapiapi erat kaitannya dengan cerita awal kedatangan orang Tionghoa ke kota itu.

Disebutkan bahwa orang Tionghoa yang pertama sekali datang ke Bagansiapiapi berasal dari daerah Songkhla di Thailand. Mereka sebenarnya adalah perantau-perantau Tionghoa yang berasal dari Distrik Tong’an (Tang Ua) di Xiamen, wilayah Provinsi Fujian, Tiongkok Selatan.

Konflik yang terjadi antara orang-orang Tionghoa dengan penduduk Songkhla, Thailand kelak menjadi penyebab terdamparnya mereka di pulau kosong. Kawasan ini, terpilih ketika para pendatang yang tengah berlayar yang di pimpin oleh Ang Mie Kui.

Setelah menyusuri beberapa pulau, kemudian mereka berlayar menyusuri pulau kuala Kubu. Sesampai dipulau itu, mereka berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan perlairan di teluk mengkudu yang sekarang ini disebutkan Panipahan.
 
Kuala Kubu Panipahan
Kemudian perantau china itu menemukan suatu pulau Barke tepatnya di belakang pulau Barke. Dipulau itu mereka melihat banyak hutan bakau dan pohon api yang tumbuh ditempat  tersebut. Pada saat malam hari, di pohon itu banyak dihuni  binatang kunang-kunang, mereka berpikir mungkin tempat inilah yang dijanjikan itu.

Perantau china tersebut pun lalu mendarat  dan memutuskan untuk menetap ditempat itu. Di tempat itulah yang sekarang di sebutkan nama Bagan-siapiapi.

 
Kunang-kunang
Bagan-siapiapi, berasal dari kata Bagan jaring kosong, sedangkan siapiapi nama pohon atau kunang-kunang. Konon nama Bagansiapiapi sebenarnya diberikan orang-orang dari pulau-pulau lain yang tidak jauh dari pulau itu.
.
Kemudianc wilayah itu (Bagansiapiapi), berkembang pesat hingga komoditas perikanan. Dan Belanda pun melirik potensi itu, memindahkan pemerintah controuler-nya, dari Tanah Putih ke Bagansiapiapi pada tahun 1901. Kota itu lalu berkembang sebagai pelabuhan perikanan dan penumpang yang maju kala itu, menyaingi fasilitas serupa di sepanjang Selat Malaka. ***


 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda Disini