Pulau Jemur Berbagai Tempat Wisata - GoRohil- Portal Berita Rokan Hilir

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

PASANG IKLAN ANDA DISINI

Wednesday, November 1, 2017

Pulau Jemur Berbagai Tempat Wisata



Pulau Jemur Berbagai Tempat Wisata



GoRohil.com—Rohil—Pulau Jemur yang terletak lebih kurang 45 mil dari Ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Bagansiapiapi, dan 45 mil dari Negara Tetangga yakni, Malaysia, dan Provinsi Sumatera Utara merupakan Provinsi yang terdekat dari Pulau Jemur terus dikembangkan oleh pemerintah setempat. Pasalnya, Pulau yang berada di wilayah perairan selat Malaka ini sudah di jadikan ikon wisata Rohil dan menjadi tujuan wisata baik lokal maupun mancanegara dengan harapan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) Rohil di bidang kepariwisataan.

Di Pulau jemur ini juga terdapat beberapa potensi wisata lainnya, diantaranya Goa Jepang, Menara Suar, bekas tapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu panglima Layar, Taman Laut, dan pantai berpasir kuning emas.

Pulau Jemur adalah bagian dari sekian banyak wisata Rokan Hilir (Rohil). Kawasan Pulau Jemur merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau, yakni Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya.

Pulau-pulau yang terdapat di Pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang.Pada musim angin barat laut tiba, gelombang di Selat Malaka sangat besar sehingga biasanya nelayan-nelayan yang sedang menangkap ikan disekitar perairan Pulau Jemur ini berlindung di bagian tengah Pulau Jemur yang terdapat air laut yang tenang.

Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang barulah para nelayan keluar untuk memulai aktivitas menangkap ikan kembali.

Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang sanga tindah, selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan hasil lautnya, disamping penyu-penyu tersebut naik kepantai dan bertelur, penyu tersebut menyimpan telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai, satwalangka ini dapat bertelur 100 sampai 150 butir setia pekornya.

Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.

Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.

Masa Punyu Bertelur


Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. 

Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut, juga penyu menggunakan magnetism bumi sebagai bantuan untuk kembali ke kampung halamannya ketika saat masih menjadi tukik, dan kembali saat sudah dewasa untuk bertelur.

Penyu yang menetas di perairan pantai pulau Jemur, tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina, paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya seperti kepiting, burung dan tikus di pantai itu, serta ikan-ikan besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam.

Meningkatkan Jumlah Populasi Penyu


Pemerintah Rokan Hilir melakukan kegiatan penagkaran penyu untuk mencegah terjadinya kepunahan terhadap satwalangka ini.

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Rabu (19/7/2017) bertandang ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Kedatangan mereka ke Negri Seribu Kubah ini untuk melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil dalam rangka sosialisasi perlindungan terhadap habitat Penyu yang ada di kawasan wisata Pulau Jemur.

Tidak tanggung-tangung, dalam audiensi ini juga menghadirkan Lanal Tanjung Balai Asahan, Diskanlut Provinsi Riau, Dinas Pariwisata, Dishub Distrik Dumai, Pos Angkatan Laut Pulau Jemur, Polairut Rohil, serta beberapa kepala OPD dilingkungan Pemkab Rohil.

Dalam arahan pidatonya M Yusup Kepala BPLSP Padang, menekankan habitat Penyu di Pulau Jemur, diyakini bisa menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Untuk itu sangat penting diperlukan perhatian yang intens terhadap perkembangan dan keberadaan habitat penyu tersebut.

"Saya kira bisa menjadi daya tarik, ajang promosi wisata terbatas. Keberadaan aktifitas penyu itu sangat mahal untuk bisa dilihat," sebut Yusuf di mess Pemda Rohil jalan Perwira Bagansiapiapi.
Diungkapkan Yusuf pihaknya selaku BPSPL sangat peduli terhadap habitat Penyu di Pulau Jemur. Terlebih lagi karena beberapa isu masih maraknya penjualan telur Penyu diwilayah Riau.

Selain itu ada juga yang pemerintah dibeberapa daerah yang membawa Penyu keajang pameran. Untuk itulah, perlunya dilakukan sosialisasi terhadap perlindungan Penyu.

Menanggapi hal itu, Bupati Rohil H Suyatno AMp mengatakan saat ini Pemkab Rohil melalui Dinas Pariwisata juga sedang gencarnya mengembangkan wisata khususnya di Pulau Jemur.

Namun demikian, Bupati juga menyampaikan warga Rohil sendiri masih banyak yang pernah datang ke lokasi wisata itu. Hal itu disebabkan masih minimnya infrastruktur yang ada termasuk pelabuhan tempat berhentinya alat transportasi menuju wilayah itu.

Untuk itu lanjut Suyatno, Pulau Jemur yang berada wilayahnya merupakan perbatasan antar negara, tanggung jawab ini bukan hanya ditangan Pemkab Rohil saja. Akan tetapi, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat juga harus ikut bersama bertanggung jawab.

"Pusat saya pikir tidak ada memperhatikan, padahal itu batas NKRI. Itu batas terluar Indonesia, tolong pusat juga perhatikan itu," pintanya.

Disamping itu, melalui Dinas Perikanan Kabupaten Rohil dia juga meminta agar segera mengajukan proposal bantuan ke Pemprov Riau maupun Pusat untuk pembangunan pelabuhan ataupun pengadaan navigasi.

"Pertemuan ini sangat berharga bagi masyarakat kami. Mungkin dengan adanya pertemuan ini, Pulau Jemur akan jadi perhatian pemerintah pusat," tandasnya.(Adv/Humas)



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda Disini